Showing posts with label Aceh. Show all posts
Aceh, Featured
| Ilyas Pase | Foto: Harian Aceh |
BANDA ACEH – Penangkapan mantan Bupati Aceh Utara, Ilyas Abdul Hamid, di Desa tuntungan 2, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, berlangsung tanpa ada perlawanan yang berarti, Senin, 13 April 2015
Menurut keterangan Kasidik Kejati Aceh, Aditiyo Gunawan, tim Kejati Sumatera Utara bersama tim intelijen Adiyatsa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung telah tiba di lokasi sejak, Senin siang hari.
“Namun tim tidak langsung melakukan penangkapan. Ini lantaran tim tersebut harus memastikan secara pasti kebenaran orang yang dituju, setelah diyakini A1 oleh tim tersebut, baru dilakukan penangkapan di kediaman Ilyas Pase, pukul 19.00 WIB,” ujarnya.
Katanya, Ilyas Pase ternyata sudah memprediksi jika dirinya dimata-matai. Namun Ilyas Pase tidak bisa berbuat banyak, karena tim pembekuk telah duluan mengintai rumahnya.
“Saat penangkapan terjadi di rumah, Ilyas Pase ditemani oleh isterinya dan anak yang masih berumur sekkitar empat tahun,” katanya.
Saat tim mengetuk pintu rumah, katanya, yang membuka pintu adalah isteri Ilyas Pase. Petugas sempat menanyakan keberadaan Ilyas Pase, dan isterinya mencoba mengecoh tim dengan mengatakan, bapak sudah keluar,” ujar Aditiyo Gunawan mengulang perkataan isteri Ilyas Pase.
Petugas, katanya, tidak langsung percaya. Ini karena pintu ditutup oleh Ilyas Pase sendiri yang terlihat dari luar. Petugas kemudian menerobos rumah, dan menanyakan keberadaan Ilyas Pase pada anaknya.
“Dimana ayah? Dan anaknya menunjukan ke loteng. Seketika petugas meminta Ilyas Pase turun, ia akhirnya turun. Kala itu, Ilyas masih menggunakan pakaian salat. Petugas langsung meringkus dan dibawa ke Poltabes Medan,” katanya.
Pantauan portalsatu.com, Ilyas Abdul Hamid atau Ilyas Pase tampak diam dan tidak banyak bicara saat tiba di gedung Kejati Aceh, Selasa sore tadi.
Ilyas diturunkan dari mobil tahanan dengan tangan terborgol. Tim di Kejati Aceh, sempat memeriksa kesehatan Ilyas. [PortalSatu]
Aceh, News
BANDA ACEH – Mantan Bupati Aceh Utara, Ilyas Abdul Hamid alias Ilyas Pase resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Aceh, Selasa, 14 April 2015 sore. Dia sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran tidak memenuhi panggilan pihak kejaksaan.
“Sebenarnya Ilyas Abdul Hamid sudah ditetapkan sebagai DPO pada November tahun lalu. Penetapan tersebut setelah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali berturut-turut namun ia tidak hadir, maka ditetapkan sebagai DPO,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Tarmizi, SH,.MH, dalam konferensi pers di Kantor Kejati petang tadi.
Menurut Tarmizi, Kejaksaan Agung telah mengeluarkan surat perintah pencarian orang terhadap Ilyas Pase sejak Desember 2014 lalu. Surat tersebut ditembuskan kepada Kapolda Aceh serta Kejati Sumatera Utara. Mendapat perintah ini, tim Adyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung kemudian melacak nomor handphone Ilyas Abdul Hamid.
“Setelah dimonitoring, ternyata yang bersangkutan berada di sekitar Sumatera Utara. Kemarin baru bisa dilakukan penangkapan, di Deli Serdang Sumatera utara,” katanya.
Ilyas Pase berhasil dibekuk pada pukul 19.00 WIB di rumahnya, di Deli Serdang. Ia kemudian dititipkan di Poltabes Medan untuk pengamanan karena tidak memungkinkan dibawa langsung ke Aceh.
“Ini merupakan kerja sama yang baik antara Kejati Aceh dengan Kejati Sumatera Utara,” katanya lagi.
Tarmizi mengatakan Ilyas Pase dikenakan sanksi sebanyak 20 tahun penjara.
“Kita tunggu keputusan Mahkamah Agung bagaimana keputusannya, sementara yang kita lakukan penanahan ini adalah kasus baru itu,” ujarnya.[Portalsatu]
Aceh, Featured
![]() |
| Ilustrasi: Sindikat Pemburu Gading Gajah | Foto: Antara |
BANDA ACEH - Seekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan Karang Hampa, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Gajah dewasa itu diduga mati dibunuh, karena saat ditemukan kondisinya tanpa gading dan belalai.
“Tapi ini masih dalam penyelidikan, belum bisa kami pastikan (mati dibunuh),” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman Suhefti Hasibuan, kepada Okezone, Selasa (14/4/2015).
Menurutnya, bangkai gajah ditemukan, Senin 13 April 2015 sore. Petugas pengamanan hutan (Pamhut) Aceh Barat kemudian melaporkan temuan itu ke BKSDA Aceh.
“Sesaat setelah ditemukan, saya langsung membentuk tim terdiri dari satu dokter hewan, tiga mahout (pawang gajah) dan dua Polhut untuk ke TKP melakukan autopsi dan penyelidikan,” ujar Genman.
Hingga kini, lanjut Genman, pihaknya belum mengetahui jenis kelamin, usia, dan penyebab kematian gajah itu, karena tim BKSDA berkordinasi dengan kepolisian setempat sedang bekerja di lapangan. Tim juga akan memetakan lokasi kematian binatang dilindungi ini apakah berada di kawasan hutan atau pemukiman.
Lokasi temuan bangkai gajah tersebut selama ini diakui sering disasari gajah liar. Genman menilai tak tertutup kemungkinan gajah ini dibunuh karena dianggap meresahkan.
Hal ini, seperti yang terjadi di Kawai 16 (Aceh Barat) tahun lalu, di mana sekelompok warga menghabisi satwa berbelalai tersebut karena sering turun ke pemukiman dan mengamuk.
Untuk meredam konflik gajah dan manusia di Aceh Barat, Genman mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten setempat sudah sepakat membentuk kamp Conservation Response Unit (CRU) di lokasi temuan bangkai gajah sekarang. [Okezone]
Aceh, News
| Din Minimi | Photo: Serambi Indonesia |
The Atjeh Care - Polisi kembali menangkap 2 (dua) orang komplotan bersenjata Aceh yang diduga terkait berbagai aksi kriminal dan memiliki hubungan dengan Din Minimi, Pimpinan Kelompok bersenjata paling dicari di Aceh saat ini.
Setelah sebelumnya, yakni pada 23 Maret 2015 atau sehari pasca penculikan Panglima Muda Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase, Mahmudsyah, Polisi telah menagkap seorang Anak Buah Din Minimi berinisial D di kawasan Sawang, Aceh Utara, kali ini penangkapan kembali dilakukan di Wilayah Hukum Polda Kepulauan Riau.
Sebagaimana dilansir viva.co.id, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah meringkus dua anggota kelompok bersenjata Aceh di Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 5 April 2015. Keduanya merupakan anggota kelompok bersenjata dibawah pimpinan Nurdin alias Din Minimi.
Kapolda Aceh Irjen Polisi Husein Hamidi mengatakan penangkapan dua anggota Din Minimi yang baru diungkan kepada publik, Rabu 8 April 2015 tersebut merupakan hasil kerjasama Polda Aceh dan Polda Kepulauan Riau.
"Kita telah menangkap dua anggota Din Minimi tersebut di Batam," ujar Husein Hamidi.
Selain menangkap komplotan Din Minimi, polisi juga berhasil menyita senjata api di kawasan Kabupaten Aceh Timur. Aceh Timur selama ini dikenal sebagai kawasan basisnya komplotan bersenjata pimpinan Din Minimi. Kelompok ini pertama kali muncul di Aceh Timur pada beberapa bulan lalu.
Din Minimi cs juga sempat diduga terlibat aksi penculikan dan pembunuhan terhadap dua intel TNI di Aceh Utara. Meski sempat membantah tidak terlibat, polisi tetap memburu kelompok bersenjata ini. Kehadirannya dianggap meresahkan warga.
Kapolda Aceh menjelaskan, dua anggota Din Minimi yang ditangkap juga merupakan buronan yang selama dicari. Keduanya diindikasikan terlibat dalam sejumlah aksi kriminal yang terjadi di Aceh, khususnya wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Aceh, News
Aceh Utara – Isu menghilangnya seorang personil TNI yang bertugas di Koramil Sawang sedang dilakukan pengecekan kebenarannya oleh Kodim 0103 Aceh Utara. Selasa 7 April 2015
Personil TNI saat menyisir Nisam Antara mencari pelaku penculik
dua Intel Kodim 0103 Aceh Utara, Senin 30 Maret 2015 yang diculik kelompok
bersenjata, Senin, 23 Maret 2015.
“Belum jelas, masih dilakukan cek apa benar, atau dia itu kemana,” Ujar Kapenrem 011 Lilawangsa Letkol Nasrun Nasution.
Menurutnya ada seorang anggota Koramil yang seharusnya bertugas di Kodim kemarin, namun tidak kelihatan ditempat kerja, dan terakhir ia mengantar istrinya bertugas disalah satu instansi pemerintahan.
“Lagi dicek pak ya, soalnya kemarin seharusnya tugas, namun tidak masuk, kita cek dulu kebenarannya ya,” Tambah Kepala Penerangan Korem 011 Lilawangsa.
Sebelumnya beredar isu seorang anggota TNI diculik dikawasan Sawang, namun isu yang berembus kencang tersebut, tidak jelas sumber dasarnya. Namun kondisi dilapangan pasca penculikan dan pembunuhan intel Kodim di Kecamatan Nisam Antara, Selasa 24 Maret 2015.
Sejak itu Kecamatan Sawang termasuk salah satu daerah yang dilakukan penyisiran untuk mencari pelaku, skhususnya di kawasan perbukitan dekat bekas PT Kertas Kraff aceh (PT.KKA), Diduga dengan adanya isu ini sejumlah personil TNI yang menggunakan truk reo semakin bertambah kekawasan itu. | Sumber acehbaru.com|
Aceh, News
Aceh Utara - Kabar hilangnya anggota TNI di wilayah hukum Aceh Utara kembali terjadi, kali ini menimpa salah seorang anggota TNI yang bertugas di Koramil 19 Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kopral Satu (Koptu) Hasmuni. Ia dikabarkan menghilang sejak sore kemarin, Senin (06/4/2015).
Sementara informasi yang diperoleh media ini, Selasa (07/4/2015), pagi hari sebelum menghilang Koptu Hasmuni sempat mengantarkan isterinya, Tisalamah (32), berangkat kerja dari kediamannya yang bertempat di Gampong Uteun Geulinggang, Dewantara, Aceh Utara ke Puskesmas Kuta Blang Gandapura, Bieureun.
Ia pun sempat pamit kepada sang isteri untuk berangkat bertugas ke Koramil 19 Sawang dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat warna putih bernopol BL 5507 KI, ia pun ketika itu tidak memakai pakaian dinas.
Tak lama kemudian masih hari yang sama sekitar pukul 11:00 WIB, salah seorang rekan Koptu Hasmuni yang juga anggota Koramil 19 Sawang menghubungi isteri Hasmuni untuk menanyakan keberadaan Koptu Hasmuni.
“Saya dihubungi rekan suami saya yang juga anggota koramil sawang perihal menanyakan keberadaan suami saya, sebab handhphone yang digunakan suami saya tidak aktif. Sampai saat ini saya tidak tau dimana keberadaan suami saya usai mengantarkan saya berangkat kerja dan pamit tugas kepada saya,” ungkap isteri Koptu Hasmuni, Tisalamah.
Kepala Penerangan Korem 011 Lilawangsa Lhokseumawe, Mayor Inf Nasrun Nasution, membenarkan informasi hilangnya anggota Koramil 19 Sawang. Namun pihaknya belum terima informasi detailnya, dan masih melakukan penyelidikan.
“Saya baru tau tadi pagi. Memang informasinya anggota Koramil 19 Sawang menghilang dan putus kontak (hp non aktif) sejak sore kemarin. Yang namun kita belum dapat pastikan apakah benar dia menghilang atau apa, kita masih melacak kebenaran informasinya,” demikian kata Mayor Inf Nasrun Nasution yang dihubungi lintasatjeh.com pagi tadi.
Sementara itu, Danramil 19 Sawang, Kapten Inf Mansyur yang juga dihubungi lintasatjeh.com belum bersedia untuk dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI dan Kepolisian masih terus melakukan pelacakan terhadap kebenaran informasi tersebut. [lintas atjeh]


