Showing posts with label Dayah. Show all posts
Dayah, Featured
Mendalami Islam dengan seorang rekan, vokalis dan rapper Saint Loco, Beery akhirnya mantap menjadi mualaf. Menurut Beery, hidupnya dulu sangat liar.
"Bisa dibilang dulu gue manusia liar, beda-beda tipis sama Tarzan. Sekarang lebih jernih berpikir, sadar tiap saat, bisa tidur tiap malam, pola hidupnya bener, nggak pernah keluar malem. Terharu sih ya beda. Gue tetep simpen gilanya gue, tapi substansi-substansinya negatifnya gue buang semua," urai Beery kepada detikHOT, Senin (6/4/2015).
Pelantun 'Damai' itu tak memungkiri banyak yang terkejut dengan keputusannya pindah keyakinan. Awalnya Beery merasa tak yakin keluarganya bisa menerima keputusannya.
Tapi menurutnya, keluarga besarnya bisa mengerti keputusannya. Menurutnya, sang ibunda juga meliha dirinya justru berubah makin positif.
"Nyokap udah nerima. Paling keluarga besar. Alhamdulillah gue terharu banget sama nyokap, tadinya takut disemprot. Ternyata dia ngerti. Apalagi banyak perubahan sikap yang bisa dia rasain. Senenglah dia anaknya yang parah bisa lurus sekarang ha ha ha," tuturnya.
Insiden penyiraman air keras ke wajahnya pada Oktober 2013 lalu membuat hidup Beery berkecamuk. Ia mengaku mendapat ketenangan pasca mendalami Islam melalui seorang rekan bernama Esa. [Detik]
Dayah, News, Sosbud
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di seluruh Tanah Air untuk mengerjakan shalat kusuful qamar atau shalat gerhana bulan di masjid, mushalla, atau rumah, pada Sabtu (4/4) petang/malam.
Siaran pers yang diterima Antara dari MUI, Sabtu, menyebutkan, berdasarkan data astronomis, pada 14 Jumadil Akhir 1436 Hijriah atau Sabtu (4/4) mulai pukul 17.15 WIB di Indonesia akan terjadi gerhana bulan total (GBT).
Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana bulan total ini. Sedangkan puncak gerhana bulan total akan terjadi pada Sabtu pukul 19.01 WIB dan selesai pada pukul 20.44 WIB.
“Sehubungan gerhana bulan pada Sabtu 4 April 2015 mulai pukul 17.15 WIB, kepada umat Islam diserukan untuk menunaikan shalat kusuful qamar (gerhana bulan) di masjid, mushalla, atau rumah,” kata Ketua Umum MUI Pusat Din Syamsuddin dalam siaran persnya.
Sementara itu, tata cara shalat gerhana bulan antara lain dianjurkan secara berjamaah dua rakaat, dengan setiap rakaat dua kali berdiri (baca al-Fatihan dan surat lain) dan dua kali ruku, kemudian sujud seperti biasa.
Din Syamsuddin menambahkan, setelah shalat dilakukan khutbah untuk mengingat kemahakuasaan Allah SWT dan kelemahan manusia, serta kondisi kehidupan kebangsaan dewasa ini.
Sedangkan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Machasin, juga mengimbau umat Islam melakukan shalat sunnah gerhana bulan secara berjamaah, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW, dan dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk bertakbir terlebih dahulu.
Dalam hadist riwayat Buchori-Muslim disebutkan bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepadaNya, bersedekahlah, dan shalatlah”. | sumber : antaranews
