Booking.com

    ,

    Nuansa hijau dari aneka pepohonan dan air kolam asli pegunungan nan indah, inilah surga tersembunyi di Aceh Besar, Pucok Krueng.


    Pucok Krueng, Aceh. Indonesia. Photo by GoIndonesia
    Jalan tanah dan berbatu ini memang membuat kondisi tubuh tak nyaman. Untung saja ini musim kemarau, tak terbayang jika musim penghujan, sepeti apa bentuk jalanan yang sedang kami lalui ini. Setengah jam berlalu dengan guncangan-guncangan, sontak mata kami langsung disuguhi pemandangan indah plus udara yang segar luar biasa. Nuansa hijau dari aneka pepohonan dan air kolam asli pegunungan melenyapkan semua letih dan pegal yang tadi menjalari tubuh.


    "Assalamualaikum, selamat datang, jika ingin menikmati pemandangan air dan goa, silakan naik ke atas sebelah kiri, di sana ada pemandangan indah," sambut seorang pemuda tanggung, saat kami masih terbengong-bengong dengan suasana yang ada.

    Tanpa menunggu lama, kami pun langsung menyusuri jalur yang ditunjukkan sang pemuda tanggung tadi. Ternyata dia adalah satu di antara beberapa pemuda yang bertugas mengawasi lokasi kolam pemandian yang bernama Pucok Krueng tersebut. Pucok Krueng adalah lokasi wisata pemandian kolam pegunungan yang terletak di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

    Secara umum, Lhoknga dikenal sebagai kawasan wisata pantai dengan pasir putih yang indah dan kuliner yang mengasyikkan. Tapi, di balik semua itu, ternyata Lhoknga menyimpan satu pesona yang mulai memancarkan sinarnya ke permukaan. Yakni sinar pesona pegunungan Pucok Krueng. Disebut Pucok Krueng dalam bahasa Aceh, karena lokasi ini benar-benar terletak di sudut gunung di kawasan ketinggian di atas pemukiman penduduk. Lokasi ini baru saja dikenal sejak tiga tahun lalu.

    Awalnya tak banyak yang tahu keberadaan tempat ini selain warga kampung setempat, yang datang berkebun dan bersawah di kawasan Pucok Krueng. Lama kelamaan kawasan ini mulai dikenal di kalangan anak-anak muda pencinta alam dan backpacker, yang akhirnya berkembang dari mulut ke mulut. “Karena sudah mulai banyak datang orang, makanya kami memutuskan untuk mengawasi lokasi ini, agar lokasi tetap terjaga keasriannya dan kebersihannya, serta mengawasi pula agar lokasi ini tidak digunakan untuk hal-hal yang maksiat,” jelas Agam, pengawas kolam Pucok Krueng.

    Sesaat menjajaki kaki di kawasan ini, mata kita akan langsung dimanjakan dengan hijaunya kolam air yang mata airnya langsung bersumber dari gunung. “Di sebelah sini kolam dengan goa yang kalau ditelusuri maka ujung goa ini akan berakhir di sebuah sungai pegunungan di Lamno, Aceh Jaya,” jelas sang pemuda tanggung yang menyambut kedatangan kami tadi.

    Fakta yang cukup mengejutkan. Karena jika ditempuh dengan jalur darat, maka jarak dari Lhoknga menuju Lamno, Aceh Jaya adalah 75 kilometer. Sejurus dia pun meninggalkan kami dan membiarkan kami menikmati udara bersih dan angin yang semilir. Di kolam utama dengan warna air yang kehijauan, para pengunjung terlihat sibuk mengabadikan suasana, dan sebagian lainnya asyik berenang menikmati segarnya air.

    Di dinding tebing terlihat seutas tambang tergantung dari atas tebing. Rupanya tambang ini digunakan pula untuk para pengunjung yang ingin menguji adrenalin mereka, dengan memanjat dinding tebing dengan tambang hingga ke puncak dan kemudian melompat ke kolam pemandian. Jaraknya tak jauh, hanya kurang dari 20 meter saja, namun tak semua orang bisa melakukannya. Dan.. Hup..!! seorang pemuda tangung terlihat berhasil memanjat dinding tebing dan dengan rasa puas dia pun meloncat ke arah kolam bak gaya atlit peloncat indah profesional.

    “Saya mendengar tentang lokasi ini dari seorang teman, dan ceritanya membuat saya penasaran, dan ketika saya sampai di sini, ternyata cerita itu benar, tempat ini indah sekali, sekali pun jalan menuju ke sini masih tidak bagus,” jelas Sandy, seorang wisatawan asal Pulo Weh, Sabang, Aceh.

    Menurut Sandy, keberadaan lokasi Pucok Krueng memang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. “Dan tentu saja ini merupakan pekerjaan rumah untuk pemerintah setempat jika memang ini meraup banyak manfaat dari potensi wisata yang ada dan jika sudah menjadi tempat yang ramai diharapkan masyarakat juga bisa tetap menjaga tempat ini agar terus alami,” jelas Sandy, saat ditemui KompasTravel di lokasi Wisata Pucok Krueng pertengahan Maret 2015, lalu.

    Hal senada juga dikatakan Deny, seorang warga Banda Aceh. Menurut Deny, suasana alami yang disajikan Pucok Krueng membuat orang terbuai dan merasa seperti di surga. "Selama 30 tahun saya tinggal di Kota Banda Aceh, baru sekarang saya tahu lokasi ini, dan suasananya benar-benar seperti di surga," katanya.

    Belum banyaknya intervensi dari masyarakat di lokasi kolam pemandian ini membuat lokasi tetap asri dan diharapkan suasana alami dan segar akan terus terjaga. Selain memberikan manfaat kesegaran yang alami, kehadiran kolam pemandian Pucok Krueng merupakan keseimbangan alam yang harus dijaga kelestariannya.
    (Daspriani Y Zamzami/kompas.com)
    [NGI]

    , ,

    Nanggroe Aceh Darussalam atau lebih dikenal dengan Aceh adalah sebuah provinsi di ujung Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai sampai pegunungannya. Setelah mengalami kerusakan akibat tsunami pada tahun 2004 di sebagian wilayahnya termasuk tempat wisatanya, Aceh kembali bangkit dan menata sektor pariwisatanya dengan baik.

    Berencana liburan ke Aceh? Sudah tahu akan menghabiskan waktu Anda di mana? Agar tidak bingung mau ke mana, simak dulu 10 tempat wisata di Aceh yang layak dikunjungi berikut ini:

    1. Masjid Raya Baiturrahman



    Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
    Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 ini telah menjadi ikon Aceh. Bangunan utama masjid berwarna putih dengan kubah hitam besar dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air di bagian depan masjid yang mengingatkan pada Taj Mahal di India.
    Masjid ini menjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak dikunjungi karena keindahannya. Situs Huffington Post memasukkan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, bahkan Yahoo! menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia. Hal ini tentu saja semakin membuat bangga warga Aceh dan Indonesia.
    Jika ingin membeli suvenir, Anda bisa datang ke Pasar Aceh yang terletak di belakang masjid. Setelah puas berkeliling, Anda bisa berwisata kuliner karena ada banyak penjual makanan di pasar ini.

    2. Air Terjun Blang Kolam


    Air Terjun Blang Kolam, Aceh Utara
    Tempat wisata alam yang satu ini sayang untuk dilewatkan. Air Terjun Blang Kolam terletak di Desa Sidomulyo, Aceh Utara dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari Lhokseumawe.
    Di sini, Anda bisa melihat air terjun kembar dengan tinggi 75 meter yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Di sekitar air terjun, ada banyak orang yang bermain air, berendam di kolam tampungan air terjun atau sekedar bersantai di tepiannya. Jika Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda, coba datang dengan membawa perlengakapan berkemah Anda. Di Air Terjun Blang Kolam ini, Anda bisa berkemah dan menikmati alam bebas dengan tarif 5.000 Rupiah per orang.
    Tempat wisata di Aceh ini tak hanya menawarkan keindahan alamnya, namun juga menawarkan harga yang murah. Anda cukup membayar 2.500 Rupiah per orang untuk bisa masuk dan membuktikan keindahan Air Terjun Blang Kolam.

    3. Air Terjun Suhom


    Air Terjum Suhom, Aceh Besar
    Air Terjun ini berada di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Untuk bisa mencapai tempat wisata ini, Anda harus melewati jalanan naik-turun dengan pemandangan pegununganParo dan Kulu. Di tengah perjalanan, jangan kaget saat melihat banyak monyet berkeliaran di jalan. Monyet-monyet ini biasanya meminta buah-buahan atau makanan ringan lain pada epengguna jalan yang lewat.
    Air terjun setinggi 50 meter ini dibagi menjadi tiga tingkat, namun Anda tidak diperbolehkan naik menuju tingkat dua dan tiga demi alasan keselamatan karena adanya pembangkit listrik bertegangan tinggi.
    Meskipun begitu, tempat wisata di Aceh ini tetap menyajikan pemandangan yang luar biasa. Anda bisa berenang di telaga sedalam dua meter di bawah air terjun atau menemani anak-anak bermain air di kolam renang anak. Tak ingin bermain air? Silakan bersantai di gazebo yang telah disediakan sambil menikmati makanan yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.

    4. Pantai Lampuuk


    Pantai Lampuuk, Aceh Besar
    Warga Aceh tak perlu merasa iri dengan Bali yang memiliki banyak pantai indah karena di Aceh juga terdapat banyak pantai dengan pemandangan menakjubkan. Salah satu tempat wisata pantai yang bisa diandalkan adalah Pantai Lampuuk. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Kuta di Aceh.
    Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang 5 km dari selatan ke utara dengan pasir putih lembut dan tebing karang di ujung pantai. Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pantai ini mulai dari berselancar, berjemur, berenang dan juga bermain banana boat.
    Satu lagi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di tempat wisata ini adalah melihat upaya pelestarian penyu. Anda bisa ikut melepas tukik ke laut lepas. Seru, ya? Liburan sekaligus menjaga kelestarian alam.
    Jika belum puas menikmati Pantai Lampuuk dalam sehari, Anda bisa menginap di cottage yang ada di kawasan pantai. Selain bisa lebih lama menikmati keindahan pantai ini, Anda juga bisa memuaskan perut dengan aneka sajian ikan bakar di warung-warung sekitar pantai.
    Pantai Lampuuk berada di Desa Meunasah Masjid, Lhoknga, Aceh Besar. Harga tiket masuk adalah 3.000 Rupiah.

    5. Pantai Lhoknga


    Pantai Lhoknga, Aceh Besar
    Pantai Lhoknga berada tak jauh dari Pantai Lampuuk. Tempat wisata ini berjarak sekitar 20 km dari Banda Aceh. Di sini, Anda bisa bersantai di bawah pepohonan yang rindang atau bermain voli pantai di pasirnya yang luas dan landai.
    Jika bersantai dan berjemur di tepian pantai masih kurang menyenangkan bagi Anda, cobalah berselancar di lautnya. Pantai Lhoknga memiliki ombak dengan ketinggian 1,5 – 2 meter yang cocok untuk olahraga ini.
    Hari beranjak sore, jangan pulang dulu. Jangan lewatkan pemandangan matahari terbenam yang cantik di pantai ini. Tempat wisata di Aceh ini semakin ramai pada sore hari, banyak yang datang untuk melihat pemandangan matahari terbenamnya dengan duduk bersantai dan menikmati jagung bakar.

    6. Pantai Ulee Lheue


    Pantai Ulee Lheue
    Tempat wisata yang satu ini hanya berjarak 3 km dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Meuraxa.
    Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisan pegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.

    7. Pulau Rubiah


    Pulau Rubiah, Sabang
    Pulau Rubiah ada di Sabang, tepatnya di sebelah barat laut Pulau Weh. Nama Rubiah sendiri diambil dari nama yang tertulis di sebuah nisan yang ada di pulau.
    Tempat wisata di Aceh ini terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Sedikitnya 14 dari 15 biota laut yang dilindungi di Indonesia ada di sini. Siapkan alat menyelam dan snorkeling Anda dan silakan berenang bersama aneka ikan tropis dan bermain terumbu karang warna-warni. Jika lupa membawa alat snorkeling, Anda bisa menyewanya dengan harga 40.000 Rupiah saja dan bisa Anda gunakan seharian.

    8. Kuala Merisi


    Kuala Merisi, Aceh Jaya
    Kuala Merisi merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pantai dengan suasana yang sepi dan tenang. Tempat wisata di Desa Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, ini memiliki garis pantai yang panjang dengan ombak kecil yang cocok untuk bermain air di tepian.
    Silakan duduk santai di atas tikar Anda dan nikmati deburan ombak dan hembusan angin pantainya. Tak jarang tempat wisata di Aceh ini dijadikan lokasi berselancar karena ombaknya yang cocok untuk olahraga air ini.
    Selain itu, pantai ini juga memiliki fasilitas pendukung lainnya seperti kamar mandi dan deretan warung makan.

    9. Museum Tsunami


    Museum Tsunami
    Tsunami yang pernah menerjang Aceh pada tahun 2004 menyisakan duka bagi warga Aceh yang selamat. Untuk mengenang sekaligus menghormati korban meninggal, dibangunlah sebuah Museum Tsunami di Jalan Sultan Iskandar Muda di tahun 2009.
    Di dalam museum, terdapat lorong panjang dengan suara gemuruh ombak dan kucuran air yang akan mengingatkan Anda pada bencana besar tersebut. Tempat wisata di Aceh ini banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat apa saja yang tersisa dari gelombang tsunami. Banyak benda-benda sisa bencana yang dipajang seperti sepeda milik korban. Selain benda sisa tsunami, ada foto korban meninggal dan cerita kesaksian korban selamat juga alat simulasi elektronik gempa bumi.
    Museum ini dibangun sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan jika tsunami datang kembali. Museum buka setiap hari kecuali hari Jumat mulai 10:00 sampai 17:00.

    10. Pantan Terong


    Pantan Terong, Aceh Tengah
    Pantan terong merupakan bukit yang biasa digunakan untuk melihat keindahan Aceh Tengah dari atas. Tempat wisata ini berada di ketinggian 1830 meter di atas permukaan laut. Jangan lupa membawa jaket dan baju hangat karena udaranya cukup dingin.
    Dari Pantan Terong Anda bisa melihat Danau Laut Tawar yang meyerupai sebuah kuali raksasa. Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam yang sangat cantik. Jadi, siapkan kamera dan abadikan momen ini.
    Source: anekatempatwisata.com

    ,

    BANDA ACEH – Komunitas Wisata Aceh mengapresiasi program Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah meluncurkan “Banda Aceh World Islamic Tourism” baru-baru ini. Sebagai daerah yang kental dengan syariat Islamnya, Pemerintah Aceh diharapkan turut mengampanyekan hal ini.
    Koordinator Komunitas Wisata Aceh, Khairul Mubarak kepada portalsatu.com mengatakan pihaknya sangat mendukung inisiatif Pemko Banda Aceh. Hanya saja menurutnya, mewujudkan semua itu tidak mudah. Semua pihak harus sadar dan paham akan pentinya pelayanan maksimal yang diberikan kepada wisatawan.
    Pemerintah juga harus bisa mengembangkan dan memberikan pemahaman atau mengedukasi masyarakat mengenai wisata Islami. Pihaknya juga menyarankan, agar di lokasi-lokasi wisata disediakan tempat sampah, agar wisatawan tidak sembarangan membuang sampah.
    “Langkahnya adalah dengan mempromosikan wisata, dan melibatkan masyarakat dan komunitas pecinta wisata dalam mengkampanyekan wisata Islami,” kata Khairul Mubarak, Sabtu, 4 April 2015.
    Menurutnya yang perlu dibenahi dari lokasi wisata adalah membuat larangan membuang sampah sembarangan dengan menyediakan tong sampah, dah melarang para wisatawan untuk mencorat-coret tempat wisata.
    Ia juga menyarankan pemerintah untuk membuat taman khusus yang bisa dicoret-coret.
    “Jadi oknum yang suka mengotori tempat wisata ada tempatnya sendri, jangan sesekali merusak keindahan tempat wisata,” ujar koordinator wisataceh.com tersebut.[portalsatu]

    , ,

    LHOKSUKON – Tiga belas pemuda—sebagian besar di antaranya—peminat sejarah dan pesona alam, berhasil mencapai lokasi Air Terjun Tujuh Bidadari di belantara Geureudong Pase, Aceh Utara, pertengahan Februari 2015.
    Lokasi air terjun itu menawarkan pemandangan eksotis yang membuat mereka betah berlama-lama untuk menumpahkan keceriaan. “Kami bahkan bermalam di kawasan itu agar benar-benar puas menikmati air terjun yang sangat indah dan alam tropis yang mengesankan,” kata Abel, ketua rombongan 13 pemuda itu.
    “Suatu saat kami akan datang lagi ke lokasi ini. Saya kira siapa pun yang sudah menikmati pesona Air Terjun Tujuh Bidadari pasti akan tertarik untuk kembali pada kesempatan berikutnya,” Abel menambahkan.
    Abel menyebut lokasi Air Terjun Tujuh Bidadari jauh dari pemukiman penduduk, 30 kilometer lebih dari Mbang, Ibukota Kecamatan Geureudong Pase. Jika menuju ke sana menggunakan sepeda motor, kata dia, dipastikan menguras energi secara total lantaran medan jalan sangat sulit.
    “Saran saya, jika mau ke Air Terjun Tujuh Bidadari, jangan saat musim hujan, sebab besar kemungkinan tidak akan berhasil karena medan jalan licin, naik turun bukit terjal, rawan kecelakaan,” ujar Abel.
    Lihat foto-foto keindahan Air Terjun Tujuh Bidadari di bawah ini:



    Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari di belantara Geureudong Pase, Aceh Utara. Foto Irman [Portalsatu].

    , ,

    Foto Ilustrasi | Bisnis Aceh
    Kutacane - Potensi industri parwisata sangat berpeluang meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga jika serius dikelola tidak tertutup kemungkinan sektor ini bisa menjadi penyumbang utama PAD bagi daerah. Apalagi banyak daerah di Indonesia yang PAD-nya berasal dari sektor parwisata seperi Bali dan Yogjakarta.
    Begitu juga halnya dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), potensi yang tersebar di wilayah Kutacane, masih belum tergarap secara maksimal, sehingga belum banyak menyumbangkan PAD dari hasil jasa pariwisata.


    Hal itu disampaikan Plt Kadis Pariwisata Seni dan Budaya Agara Bahagia Wati SPd MAP, Sabtu (22/14) saat penutupan acara sosialisasi peningkatan PAD sektor pariwisata tahun 2014 di Gedung Serbaguna SMK II Kutacane.


    Bahagia mengakui, potensi industri wisata di daerah ini cukuplah banyak, terutama wisata arung jeram di Sungai Lawe Ketambe yang terkenal hingga ke penjuru dunia. Kemudian ada tempat wisata pemandian air panas yang lokasinya ada di beberapa titik, namun sampai sekarang belum tergarap dengan baik.


    "Dari sekian banyak lokasi wisata di daerah ini, hanya sebagian kecil yang masih dikenal orang, padahal jika serius kita menggali dan menata seluruh asset yang sudah dibangun, maka daerah kita pasti terkenal dengan wisatanya," kata Bahagia.


    Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Agara ini mengakui, kendala terbesar wisatawan lokal maupun asing yang ingin menikmati keindahan daerah ini adalah infrastruktur dan rest area yang sampai sekarang belum terwujud. Kendati ada beberapa lokasi yang sudah sering dibangun tapi belum dirawat dengan baik.


    Untuk memaksimalkan potensi wisata tersebut, tambahnya, memang harus ada perubahan manajemen dan perubahan legal aspek berupa peraturan daerah (perda), dan juga harus didukung semua kalangan termasuk insan pers dan promosi wisata secara positif melalui media, sehingga bisa mengundang banyak orang untuk datang.
    Selain itu, juga harus ada konsolidasi organisasi, program dan SDM. "Kalau beberapa aspek itu bisa dipenuhi, saya yakin potensi wisata yang ada akan bisa mendulang PAD cukup besar," ujarnya.


    Sementara mewakili, Asisten III Setdakab Agara Bupati Agara Drs Sahidal Kastri MPd pada saat memberikan arahan dalam acara sosialisai peningkatan sektor PAD tahun 2014 mengajak semua bersinergi untuk bekerja dalam menggali sektor pariwisata, guna menciptakan PAD baru.


    "Namun, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi objek wisata yang dikelola nanti harus juga dilibatkan untuk ikut mengelolanya, sehingga mereka bisa menikmati hasilnya," katanya.


    Menurutnya, ini merupakan pertemuan awal, dia berharap dinas pariwisata bekerja dan membuat program yang baik, sementara pemerintah daerah akan mendukung semaksimal mungkin termasuk dalam pembuatan peraturan daerah untuk menjadi ketentuan retribusi.


    Hadir dalam acara sosialisasi peningkatan PAD itu pengelola objek wisata, para sopir travel, pengelola kafe dan undangan lain.[MedanBisnis]

    , , ,

    Ilustrasi Wisata Syariah | viva.co.id
    JAKARTA--Kota Banda Aceh tak hanya dikenal karena keindahan bentang alam dan kekayaan bahari bawah laut, tetapi juga pariwisata syariah.

    Terbukti dengan penetapan branding wisata halal, kota yang terletak di utara Pulau Sumatra tersebut mampu menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara.

    Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan pihaknya ingin mengembalikan kejayaan Banda Aceh yang dulu memiliki predikat sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengedepankan pariwisata sebagai sektor penggerak utama (leading sector).

    Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan jumlah wisnus datang ke Ibukota Serambi Makkah pada 2014 berkisar 224.589 kunjungan atau naik 20% dibanding pencapaian 2013 yang mencapai 209.589 kunjungan. 
    Sementara itu, kunjungan wisman naik signifikan dari 5.317 kunjungan pada 2013 menjadi 11.103 kunjungan pada 2014.

    "Kunjungan wisman naik sekitar 40% dibanding tahun sebelumnya. Kami kebanjiran wisman asal Malaysia, Brunnei Darussalam, dan beberapa negara Timur Tengah yang ingin beribadah dan melihat jejak-jejak peninggalan sejarah Islam di Banda Aceh," katanya di sela-sela peluncuran "Positioning Kota Banda Aceh Sebagai Pusat Wisata Islami Dunia" di Jakarta, Selasa (31/3).

    Dia mengatakan potensi wisata syariah di Banda Aceh sangat besar. Selain sudah memberlakukan hukum islam, Kota Serambi Makkah juga memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, hingga arsitektur bernafaskan islam. Semua paket tersebut juga dilengkapi dengan bentang daratan dan lautan mampu memikat wisman untuk datang.

    CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Poernomo Siswoprasetijo mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah kota Banda Aceh dan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan promosi wisata syariah di kota tersebut.

    "Kami melihat Banda Aceh memiliki keunikan dibanding provinsi lain di Indonesia. Perbedaan ini akan kami tonjolkan untuk menarik lebih banyak wisman," katanya.

    Selain mematangkan konsep destinasi wisata syariah, Poernomo juga akan memasarkan paket-paket wisata berbasis islami di Banda Aceh ke negara tujuan, misalnya Malaysia, Brunnei Darussalam, Negara Timur Tengah, RRT, dan sebagian negara Eropa.

    Dia mengatakan pangsa pasar Banda Aceh tak hanya ditujukan bagi kaum muslim, tetapi wisman secara keseluruhan. Pasalnya, Banda Aceh dan kota-kota di sekitarnya juga memiliki keindahan alam, khususnya wisata bahari.

    "Branding Banda Aceh sebagai Kota Islami Dunia harus kuat. selain itu, kami dan pemerintah daerah akan melakukan promosi yang tepat sasaran. Caranya dengan masuk ke buyer (whole seller) yang pas dengan target," pungkasnya.[Bisnis.com]


Top