Booking.com

    ,

    Jakarta - Terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso ternyata ditinggalkan di Lembaga Pemasyarakatan Besi, Nusakambangan dan tidak dibawa ke Lapangan Tembak Limus Buntu untuk dieksekusi. Menurut sumber CNN Indonesia di lokasi eksekusi, Mary ditunda dieksekusi karena atasannya ditangkap dan akan ditindaklanjuti sebagai saksi.

    "Mary Jane tidak jadi dibawa, karena bosnya ditangkap dan dia dijadikan saksi," kata sumber kepada CNN Indonesia, Rabu (29/4).

    Apabila sesuai jadwal, eksekusi akan digelar pada Rabu (29/1) pukul 00.00 WIB. Lokasi eksekusi, menurut sumber CNN Indonesia, nantinya bakal mengambil tempat di area bekas LP Limus Buntu yang telah menjadi lapangan tembak.

    Di Limus Buntu, tiang-tiang sebenarnya telah disiapkan untuk tiap terpidana mati. Limus Buntu adalah sebuah lapangan berbentuk segi empat, dengan dinding bata tua yang tingginya hanya berkisar satu meter. Lapangan tersebut digunakan polisi untuk latihan menembak.

    Sebelumnya, para terpidana direncanakan bakal dieksekusi dalam waktu yang bersamaan. Mereka yang dieksekusi yakni empat warga Nigeria, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise. Ada pula Rodrigo Gularte dari Brasil, dan Zainal Abidin dari Indonesia. Selanjutnya, duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sementara itu, berdasarkan kabar terakhir, seorang terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso ditunda eksekusinya malam ini.

    Belasan rombongan mobil TNI dan Polri datang beriringan di Dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/4) sekitar pukul 21.45 WIB. Sedikitnya delapan mobil berwarna hitam antara lain bermerek Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memasuki area dermaga.

    Kemudian iringan itu disusul oleh mobil Pangdam IV Diponegoro berwarna hijau dengan nomor polisi IV-1703. Ada pula mobil double-cabin berstiker "Sub Div Humas Polda Jateng".[CNN Indonesia]

    , ,

    Ilustrasi Regu Tembak | Photo: citraindonesia
    Jakarta - Pelaksanaan eksekusi 9 terpidana mati akan dilakukan pada tengah malam ini di lapangan tembak Limus Buntu di Nusakambangan. Para terpidana akan dijejerkan memanjang untuk berhadapan dengan regu tembak.


    Dari foto denah yang diterima detikcom, Selasa (28/4/2015), tampak posisi terpidana dengan tim regu tembak telah diatur. Berdasarkan peraturan yang berlaku, jarak antara tim regu tembak dengan terpidana mati yaitu 5 meter sampai 10 meter.


    Selain itu ada pula tenda untuk tempat menunggu dan isolasi. Ada pula tenda-tenda bagi pejabat yang mendapat undangan.


    Sumber detikcom menyebutkan bahwa 9 terpidana mati telah tiba di lokasi eksekusi sekitar pukul 23.20 WIB. Mereka langsung disiapkan untuk menghadapi eksekusi mati.


    ‎Di lokasi sendiri, tampak tenda tersebut berwarna ungu dan menutupi tiang-tiang di mana para terpidana tersebut akan dieksekusi mati. Terlihat pula sembilan tiang pancang dari kayu yang telah dipasang‎ di lokasi tersebut. Kesembilan tiang pancang itu ditata bagi 9 terpidana mati yang akan dieksekusi tengah malam ini.


    Kesembilan terpidana yang akan dieksekusi yaitu ‎WN Filipina Mary Jane, WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.[Detik]

    , ,

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengeksekusi terpidana mati kasus narkotika. Mereka dieksekusi di lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan.

    "00.18 WIB, eksekusi," ujar sumber detikcom, Rabu (30/4/2015).

    Usai dieksekusi 9 terpidana mati itu selanjutnya mereka dimandikan dulu. Lalu petugas akan mengeluarkan peluru yang bersarang di jantung atau kepala terpidana kemudian dilanjutkan dengan doa.

    Kemudian para terpidana dibawa ke lokasi persemayaman melalui jalur darat sesuai dengan permintaan mereka. Lalu jenazah para terpidana akan dimakamkan di lokasi yang sesuai dengan keinginan mereka.
    Kesembilan terpidana yang dieksekusi yaitu ‎WN Filipina Mary Jane, WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.[Detik]

    ,

    Jakarta - M Prio Santoso alias Rio (24), tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin (26) memakai akun @santos06yoyo ‎untuk berkomunikasi dengan Deudeuh di akun @Tataa_Chubby. Namun ternyata, Rio memiliki akun Twitter asli dengan nama akun @Santoso_M_Prio. 

    Dalam akun itu, Rio memakai nama M Prio Santoso dengan foto diri saat dirinya masih berambut kribo. Saat digelandang polisi, Rio tampak berambut plontos. 

    Komentar-komentar di akun Twitter itu tampak wajar. Tak ada sapaan-sapaan genit dengan perempuan seperti di akun Rio satunya, @santos06yoyo. Di akun nyatanya, dia juga sempat menyebutkan nama lembaga bimbingan belajar tempatnya bekerja di kawasan Jakarta Barat. 

    Sesekali dia mencuit dengan nada memberikan semangat pada anak didiknya. Seperti, "Yg ngajarin seneng apa lagi yg dpt nilai segitu, hahahaha, nice job kids".

    Rio juga sempat mencuitkan bahwa teknologi itu mempermudah untuk berbuat buruk.


    Pemandangan ini berbeda dengan akun Rio lainnya yakni @santos06yoyo. Tak ada foto Rio di sana, namun sejumlah cuitannya bernada genit dan berisi ajakan kencan terhadap para akun alter 'bisyar'. Salah satunya adalah @Tataa_chubby, wanita yang dibunuhnya saat berhubungan badan. [Detik] 

    ,

    JAKARTA - Sesaat sebelum ditemukan tewas di kamar kostnya, tepatnya tanggal 
    (hanya 1 orang yang mengomentari-red) di jejaring sosial 140 karakter itu.

    Apakah cuitan tersebut merupakan firasat Deudeuh yang merasa bahwa dia akan bertemu dengan pelanggan terakhir dan berujung pada pembunuhan dirinya? Hanya dia yang tau.

    Berikut kutipan cuitan Deudeuh (@tataa_chubby) :


Top